Penerapan Metode Demonstrasi dalam meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fiqh

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan pada hakikatnya berlangsung melalui proses. Proses itu membutuhkan waktu yang tidak singkat, karena sangat memerlukan tenaga dan pikiran menuju ke arah pendewasaan kepribadian dan penguasaan pengetahuan. Selain itu pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagaimana potensi yang dimiliki.
Untuk lebih meningkatkan potensi diri anak, maka orang tua harus mendidiknya sewaktu di rumah, menitipkan anaknya di sekolah agar mampu memenuhi tuntutan zaman sekaligus meningkatkan pendidikan serta mendapat pengakuan dari masyarakat. Meskipun mendidik anak penuh dengan tantangan dan hambatan, tetapi ketika seorang anak telah mampu memahami satu kata saja dari pendidiknya, ia akan tetap mengingatnya hingga dewasa kelak.
Allah telah menjadikan pada diri manusia daya plastasitas (kemampuan menerika kebaikan maupun keburukan) yang didasari suatu hikmah (rahasia ilahi) yang Dia kehendaki atas mereka. Sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an surat Al-Balad ayat 10 sebagai berikut :
 • (البلد : ا)
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (yaitu jalan kebaikan dan jalan kejahatan) (QS. Al Balad: 10)
Pendidikan anak-anak merupakan kewajiban yang sulit dan penuh tanggung jawab. Demikian pula mengajak mereka kepada kebaikan, dan mengarahkan mereka kepada amal salih yang berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Hanya orang-orang yang Allah berikan taufiq dan inayah atasNya sajalah yang dapat mengembannya dengan baik. Allah SWT. memerintahkan orang-orang beriman untuk memelihara diri dan keluarga mereka dari (siksa api neraka).
Sebagaimana firman Allah SWT. dalam Al Qur’an surat At-Tahrim ayat 6 berikut :
       )التحريم : 6)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. At-Tahriim : 6)
Sekolah merupakan pendidikan formal yang terikat oleh aturan-aturan yang harus diketahui dan dilaksanakan. Di sekolah, anak tidak lagi diajarkan oleh orang tua, akan tetapi gurulah sebagai pengganti orang tua. Karena dalam memberikan pengajaran guru menggunakan metode tersendiri agar anak benar-benar terbukti mampu memahami, menghayati dan memiliki keterampilan. Selain itu agar anak dapat belajar dengan cepat mempelajari dan tidak terjadi kebosanan pada diri anak didik itu sendiri.
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami (knowing), terampil melaksanakan (doing), dan mengamalkan (being) agama Islam melalui kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan Agama Islam di sekolah ialah murid memahami, terampil melaksanakan, dan melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satu metode yang sering digunakan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi dipandang sangat penting karena guru atau siswa memperlihatkan pada seluruh anggota kelas sesuatu proses, misalnya bagaimana cara shalat yang sesuai dengan ajaran/contoh Rasulullah Saw. Tentu saja sebagai peserta didik dituntut untuk mampu mempraktikkan sebagaimana yang diajarkan guru. Hal ini dipandang penting karena shalat adalah suatu ibadah yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Oleh karena metode demonstrasi sangatlah tepat untuk mengetahui sampai dimana kemampuan anak dalam mendemonstrasikan shalat.
MI NU 01 Rowobranten Kecamatan Ringingarum Kabupaten Kendal sebagai salah satu pendidikan tingkat dasar pada mata pelajaran Fiqh juga mengajarkan bagaimana mempraktikkan shalat fardlu dengan sempurna. Namun siswa MI NU 01 Rowobranten Ringinarum Kabupaten Kendal pada tahun pelajaran 2009/2010 masih banyak siswa yang belum bisa mempraktikkan shalat fardlu dengan baik dan sempurna. Hal ini disebabkan karena bukan saja persoalan daya serap siswa saja dalam memahami materi, namun lebih pada penggunaan metode yang kurang tepat. Oleh karena dengan diterapkannya metode demonstrasi harapannya pada tahun pelajaran 2010/2011 siswa mampu mempraktikkan dengan benar.
Dari latar belakang tersebut peneliti terdorong untuk meneliti dengan judul: PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN FIQH KOMPETENSI DASAR MEMPRAKTIKKAN SHALAT TARAWIH DAN WITIR SISWA KELAS III SEMESTER II DI MI NU 01 ROWOBRANTEN RINGINARUM KENDAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011.

B. Pembatasan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas dan agar tidak terjadi pembiasan permasalahan, maka penulis membatasi permasalahan dalam penelitian ini yaitu pada:
1. Metode demonstrasi dalam proses belajar mengajar .
2. Upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Fiqh.
3. Kompetensi dasar mempraktikkan shalat tarawih dan witir siswa kelas III pada semester II tahun pelajaran 2010/2011.

C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah berdasarkan uraian di atas, yaitu :
1. Bagaimanakah penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran Fiqh kompentensi dasar mempraktikkan shalat Tarawih dan Witir?
2. Bagaimanakah hasil belajar mata pelajaran Fiqh kompetensi dasar mempraktikkan shalat Tarawih dan Witir siswa kelas III Semester II MI NU 01 Rowobranten Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2010/2011?
3. Apakah dengan diterapkannya metode demonstrasi hasil belajar pada mata pelajaran Fiqh Kompetensi dasar mempraktikkan shalat Tarawih dan Witir siswa kelas III semester II MI NU 01 Rowobranten Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2010/2011 hasil belajar siswa mengalami peningkatan?

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berpijak pada rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
a. Untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran Fiqh kompentensi dasar mempraktikkan shalat Tarawih dan Witir.
b. Untuk mengetahui hasil belajar mata pelajaran PAI pada kompetensi dasar mempraktikkaam shalat Tarawih dan Witir siswa kelas III Semester II MI NU 01 Rowobranten Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2010/2011.
c. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar mata pelajaran Fiqh kompetensi dasar mempraktikkan shalat Tarawih dan Witir siswa kelas III Semester II MI NU 01 Rowobranten Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2010/2011 setelah diterapkannya metode demonstrasi.
2. Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritik
Melalui hasil penelitian tindakan ini dapat memberi masukan/informasi (referensi) dan bahan pertimbangan dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar khususnya dalam bidang studi Figh untuk peningkatan mutu pembelajaran.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi guru,
Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dalam pengembangan metode-metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
2) Bagi sekolah
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat dan mendorong bagi guru dalam menggunakan metode demonstrasi.
3) Bagi siswa
Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah prestasi dan meningkatkan kualitas siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
4) Bagi peneliti
Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memberikan pengalaman, kemampuan serta keterampilan peneliti, pengetahuan yang lebih dalam tentang model-model pembelajaran siswa serta mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s