Penerapan Metode Pengajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut pendidikan agama memiliki peran yang sangat strategis. Ketentuan UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 37 menegaskan bahwa pendidikan agama wajib diberikan kepada peserta didik, dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT), baik untuk jenjang pendidikan madrasah maupun sekolah.
Namun keterpurukan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia oleh banyak kalangan dianggap karena melemahnya sisi mental-spiritual. Melemahnya sendi-sendi moral bangsa Indonesia yang bisa dirasakan pada saat sekarang ini merupakan indikasi bahwa pendidikan agama belum berhasil memenui harapan. Kondisi yang demikian tentunya menjadi dorongan sekaligus tantangan bagi guru pendidikan agama Islam khususnya untuk terus berbenah dan meningkatkan kompetensinya agar mampu menanamkan nilai-nilai ajaran agama, khususnya sejarah para rasul secara efektif kepada anak didiknya.
Mengajarkan agama dalam hal ini mengenalkan Rasul-rasul Allah SWT kepada peserta didik mempunyai karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda dengan mata pelajaran lainnya. Dalam sejarah Islam bukan sekedar doktrin dan cerita belaka. Namun, nilai dan hikmah yang terkandung di dalamnya harus dapat memberikan pelajaran sekaligus menjadi pandangan hidup yang senantiasa tercermin dalam kesalihan tingkah laku sehari-hari di dalam masyarakat. Karenanya, pendidikan agama pada pokok bahasan mengenal rasul-rasul Allah bukan saja menekankan penguasaan materi (IQ) semata, namun yang lebih penting adalah menanamkan aspek kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ) secara simultan. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama harus mampu merumuskan strategi dan model pembelajaran yang efektif sehingga mampu membentuk kesalihan individu maupun sosial.
Berdasarkan pengamatan pada tanggal 4 Januari 2011 di SDN Pranajaya Kecamatan Boja Kabupaten Kendal pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pokok bahasan mengenal Rasul-rasul Allah SWT masih diperlukan adanya peningkatan penguasaan materi (IQ), kecerdasan spiritual (SC), dan kecerdasan emosional (EQ) dalam memahami Rasul-rasul Allah SWT. Hal ini terlihat pada tahun ajaran 2009/2010 dari hasil ulangan harian pada pokok bahasan mengenal Rasul-rasul Allah SWT sebagian besar nilai yang diperoleh siswa belum memuaskan yaitu dengan nilai rata-rata 6,8.
Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa proses belajar mengajar belum berhasil secara optimal, oleh karena perlu adanya peningkatan melalui beberapa cara dalam rangka peningkatan hasil belajar. Upaya peningkatan hasil belajar siswa tidak lepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru yang kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai peserta didik. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat diperoleh hasil belajar yang maksimal.
Proses pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) menuntut adanya partisipasi aktif dari seluruh siswa. Sehingga kegiatan belajar berpusat pada siswa, guru sebagai motivator dan fasilitator di dalamnya agar suasana kelas lebih hidup. Pembelajaran kooperatif terutama teknik Jigsaw dianggap cocok diterapkan dalam pendidikan di Indonesia karena sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Telah diketahui bahwa keunggulan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompokknya yang lain. Meningkatkan kerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan
Hal tersebut di atas, mendasari perlunya diadakan penelitian tindakan kelas dengan judul ”PENERAPAN METODE PENGAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA STANDAR KOMPETENSI MENGENAL RASUL-RASUL ALLAH SWT. SISWA KELAS V SEMESTER II DI SDN PRANAJAYA KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011.”

B. Permasalahan
Dari latar belakang masalah tersebut diatas, maka masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimanakah penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran PAI standar kompetensi mengenal Rasul-rasul Allah SWT ?
2. Bagaimanakah hasil belajar mata pelajaran PAI kompetensi dasar mengenal Rasul-rasul Allah SWT. siswa kelas V semester II SDN Pranajaya Boja Kendal dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw?
3. Tepatkah penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran PAI kompetensi dasar mengenal Rasul-rasul Allah SWT siswa kelas V semester II SDN Pranajaya Boja Kendal Tahun Pelajaran 2010/2011?

C. Penegasan Istilah
Agar judul penelitian ini tidak melebar, maka perlu penulis tegaskan kalimat yang terdapat pada judul, antara lain:
1. Penerapan, berarti 1) pemasangan, 2) pengenaan, perihal mempraktikkan.. Adapun yang dimaksud penerapan dalam penelitian ini adalah penggunaan metode dalam proses belajar mengajar.
2. Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Yang dimaksud metode disini adalah cara mengajar yang sudah ditentukan dalam upaya peningkatan hasil belajar.
3. Pembelajaran Kooperatif, yaitu siswa belajar dalam kelompok kecil yang heterogen dan dikelompokkan dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Yang dimaksud pembelajaran kooperatif disini adalah semua siswa dalam kelas dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan berpikir yang berbeda-beda.
4. Tipe Jigsaw adalah siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
5. Hasil belajar, yaitu ketercapaian prestasi setelah mengikuti proses belajar mengajar. Adapun yang dimaksud hasil belajar disini adalah ketercapaian anak didik setelah mengikuti kegiatan belajar.
6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama, yaitu salah satu bidang studi yang mengajarkan tentang iman dan taqwa serta akhlakul karimah.
7. Kompetensi dasar mengenal Rasul-rasul Allah, yaitu salah satu standar kompetensi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada aspek Aqidah.
8. SDN Pranajaya Boja Kendal, yaitu nama satuan pendidikan tingkat dasar yang berada di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal yang merupakan lokasi penelitian tindakan kelas.
Dari pengertian-pengertian tersebut diatas, dapat penulis simpulkan judul dalam skripsi ini adalah pengenaan metode pembelajaran dengan menggunakan mengelompokkan siswa yang terdiri dari 4-5 anak untuk mempelajari materi yang sudah diterima untuk disampaikan kepada anggotanya dan kelompok lainnya.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berpijak pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran PAI standar kompetensi mengenal Rasul-rasul Allah SWT.
b. Untuk mengetahui hasil belajar mata pelajaran PAI kompetensi dasar mengenal Rasul-rasul Allah SWT. siswa kelas V semester II SDN Pranajaya Boja Kendal dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
c. Untuk mengetahui tepat tidaknya penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran PAI kompetensi dasar mengenal Rasul-rasul Allah SWT siswa kelas V semester II SDN Pranajaya Boja Kendal Tahun Pelajaran 2010/2011.
2. Manfaat Penelitian
Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak baik secara teoritis maupun praktis
a. Manfaat teoritis
Dengan hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dan informasi (literatur) dalam usaha meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah melalui penggunaan metode yang efektif.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi guru
Dengan dilaksanakannya penelitian ini, diharapkan guru dapat lebih mengetahui secara tepat, bertambah wawasan, lebih menghayati strategi pembelajaran dengan metode cooperative tipe Jigsaw untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
2) Bagi siswa
Siswa sebagai subyek langsung dari penelitian ini, yang langsung dikenai tindakan, seharusnya ada perubahan-perubahan dalam diri siswa baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor dan kebiasaan belajar efektif sehingga penelitian sangat menguntungkan bagi siswa.
3) Bagi sekolah
Memberikan sumbangan pemikiran sebagai alternatif meningkatkan kualitas pengajaran sekolah.
4) Bagi peneliti
Menambah wawasan pengetahuan dalam menggunakan suatu metode pada saat proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam.

E. Sistematika Penulisan Skripsi
Untuk memberikan gambaran isi skripsi, berikut ini penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut :
Pada bagian awal skripsi di tampilkan halaman judul, persetujuan pembimbing, pengesahan, abstrak, motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel.
Pada bagian isi terdiri lima bab, yang meliputi;
Bab I PENDAHULUAN yang meliputi; latar belakang masalah, permasalahan, penegasan istilah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II membahas METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI yang meliputi; Pertama, Metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terdiri dari; pengertian metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, Unsur-unsur penting dalam belajar kooperatif, prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif, kelebihan dan kekurangan metode kooperatif tipe Jigsaw. Kedua, Hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kompetensi dasar mengenal Rasul-rasul Allah SWT., meliputi; pengertian hasil belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, dan upaya meningkatkan hasil belajar. Ketiga, Rumusan Hipotesis Tindakan.
Bab III membahas PENETILIAN TENTANG METODE PEMBELAJARAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASI BELAJAR PAI KOMPETENSI DASAR MENGENAL RASUL-RASUL ALLAH SISWA KELAS V SDN PRANAJA BOJA KENDAL, membahas tentang; setting/lokasi penelitian, subjek penelitian, data dan cara pengumpulan data, prosedur penelitian, meliputi siklus 1; perencanaan, implementasi, observasi dan evaluasi dan refleksi. Siklus 2: perencanaan, implementasi/tindakan, observasi dan evaluasi dan refleksi. Kemudian indikator keberhasilan terdiri dari fokus penelitian, dan instrument penelitian.
Bab IV membahas HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN TENTANG METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI KOMPETENSI DASAR MENGENAL RASUL-RASUL ALLAH SWT. SISWA KELAS V SDN PRANAJAYA, meliputi; Pertama, Deskripsi Data Hasil Penelitian, yang terdiri dari gambaran umum objek penelitian, hasil penelitian siklus 1, hasil penelitian siklus 2, Kedua Pembahasan hasil penelitian, Ketiga keterbatasan penelitiian.
Bab V membahas KESIMPULAN, SARAN dan PENUTUP. berisi tentang; kesimpulan, saran, dan penutup.
Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s